Friday, July 20, 2007

Restart

aku melihat permainan
aku ingin menjadi bagiannya

aku ingin mencobanya
aku ingin melebur ke dalamnya

aku tak punya waktu
untuk bermain

aku tak pernah punya
cukup waktu

permainan akan di tutup
di bongkar dan di tiadakan

padahal tiket sudah terbeli
dan baju baru sudah kupakai

semuanya musnah....
semuanya sia-sia...

padahal susah payah aku tidur cepat
menunggu hari ini tiba

padahal susah payah aku menabung
menunggu hari ini tiba

padahal susah payah aku bersabar
menunggu hari ini tiba

ternyata semuanya tak lebih dari
kebohongan halus semata

aku ingin bermain
aku ingin tiket bermainku kembali

Wednesday, July 18, 2007

Sepasang

Siapalah Cleopatra
sekiranya
duduk bersanding
dengan engkau?

Saripati

kuncup bunga mawar
mekar
di bawah rona
mentari

kupu-kupu datang
melayang
mengecup manis
selamat pagi

Pujangga

adakah shakespeare
merangkai sajak terindah
seindah engkau?

Sebilah

adakah teriris pisau
seperih ini?

Lampiran


sebutir debu masuk ke mataku

aku jatuh cinta padamu

Sunday, July 15, 2007

Surat Yang Tak Terkirim

secarik kertas dan
sebatang pena sebagai
teman laraku
di dada

pengusir sepi dan
penutup dinginnya malam

aku tercekik perih oleh
sebuah purnama
di jerat sinar-sinarnya
sampai menembus
relung hatiku

limbung dalam pelukan
bintang-bintangnya

aku ingin menulis seribu kata
bukan...
sejuta kata saja
tentang sepasang
tatapmu

dalam setiap kerdipnya
dengan sekejap kilaunya

lalu aku ingin melukis
selembar senyum
dengan gurat jariku
sendiri
dalam terpejam

kuleburkan warnamu dalam pelangi
namun tak pernah tercipta di kedua jariku

perlahan engkau terbentuk
dengan warna hitam
dan putih
oleh sebuah rangkaian
kata-kata

yang bergemuruh di dalam dadaku
dan ingin keluar dari jiwa yang rapuh ini

aku hanya ingin mengatakan
bahwa dirimu telah membawaku lari
jauh....
jauh sekali...
dari paradoks

yang menggerogoti tulang belulangku
dan mengoyak kulitku

aku hanya ingin mengatakan
bahwa dirimu telah membuatku
terlelap...
nyenyak sekali...
dalam buaian kabutmu

yang membuatku mabuk
dan tak sadarkan diri

aku hanya ingin mengatakan
tentang rangkaian kata
yang membentuk rupamu
perlahan dengan desis
di telingamu

tahukah kini kau, sayang?
aku terbujur kaku merindumu