Malam ini aku berteman dengan kesia-siaan
sebuah harapan kosong melompong
fatamorgana di padang pasir
sebuah kemustahilan
apa yang sebenarnya kutunggu?
apa yang tengah kunanti?
terus terang
aku sengaja menyia-nyiakan malam ini
untuknya
Friday, December 14, 2007
Lima Menit
begitu aku sampai di rumahku
dan duduk di depan layar monitorku
kulihat ternyata kamu sudah tertidur
aku terlambat
memang hari ini sungguh melelahkan
dan sedikit menyebalkan...
seandainya kamu masih terbangun
aku ingin mengobrol sekali lagi denganmu
lima menit saja
dan duduk di depan layar monitorku
kulihat ternyata kamu sudah tertidur
aku terlambat
memang hari ini sungguh melelahkan
dan sedikit menyebalkan...
seandainya kamu masih terbangun
aku ingin mengobrol sekali lagi denganmu
lima menit saja
Monday, December 10, 2007
Dua Jam Dari Tujuan
pada malam yang panas
seorang anak kecil tengah berlari mengejar bis
ia berlari begitu cepat
secepat bis itu melaju
sedangkan di dalam bis ini dua pengamen bersuara cempreng
menyanyikan dua lagu
seharusnya tiga lagu...
si kecil membagikan amplop
si pemetik gitar mendendangkan lagu cinta
malam seperti apa yang mereka jalani?
bila malamku adalah malam yang panas
pengap
pegal
penuh sesak oleh manusia...
di tambah lagi tengah mengenakan jaket setebal ini
dan sekujur tubuhpun basah kuyup
seorang anak kecil tengah berlari mengejar bis
ia berlari begitu cepat
secepat bis itu melaju
sedangkan di dalam bis ini dua pengamen bersuara cempreng
menyanyikan dua lagu
seharusnya tiga lagu...
si kecil membagikan amplop
si pemetik gitar mendendangkan lagu cinta
malam seperti apa yang mereka jalani?
bila malamku adalah malam yang panas
pengap
pegal
penuh sesak oleh manusia...
di tambah lagi tengah mengenakan jaket setebal ini
dan sekujur tubuhpun basah kuyup
Sunday, December 9, 2007
Senin
saat ini mungkin kamu tengah jalan-jalan
menikmati udara malam
di bawah gemerlap lampu kota jakarta
dan di dalam mobil ...
seperti dirimu biasanya
yang suka jalan bersama kawan-kawan
belanja di mall mungkin
bergosip berlama-lama sampai lupa waktu
atau sambil makan di foodcourt
seperti wanita pada umumnya
tapi aku di sini hanya menanti seperti patung
di depan layar monitor
aku menanti senin...
di malam yang berawan
dan ruangan ber AC ini
aku menanti senin...
karena bila senin kembali
aku dapat menatap sebentuk rupa lagi
yang belum bisa padam
masih terus hidup bagai nyala api lilin
kecil namun berarti
dan tak mati walau kutiup berkali-kali
bahkan sempat membakar jariku
yang mencoba memadamkannya
aku terus menanti senin...
satu-satunya yang masih membuatku bertahan
menjadi pelacur mesin besar
adalah senin...
aku menanti senin...
masih ada api kecil yang menyala
di hari senin...
menikmati udara malam
di bawah gemerlap lampu kota jakarta
dan di dalam mobil ...
seperti dirimu biasanya
yang suka jalan bersama kawan-kawan
belanja di mall mungkin
bergosip berlama-lama sampai lupa waktu
atau sambil makan di foodcourt
seperti wanita pada umumnya
tapi aku di sini hanya menanti seperti patung
di depan layar monitor
aku menanti senin...
di malam yang berawan
dan ruangan ber AC ini
aku menanti senin...
karena bila senin kembali
aku dapat menatap sebentuk rupa lagi
yang belum bisa padam
masih terus hidup bagai nyala api lilin
kecil namun berarti
dan tak mati walau kutiup berkali-kali
bahkan sempat membakar jariku
yang mencoba memadamkannya
aku terus menanti senin...
satu-satunya yang masih membuatku bertahan
menjadi pelacur mesin besar
adalah senin...
aku menanti senin...
masih ada api kecil yang menyala
di hari senin...
Tuesday, December 4, 2007
Jalan
bila ujung dari kehidupan di dunia ini adalah kematian
mengapa saat hidup harus takut menempuh jalan yang lain ?
mengapa saat hidup harus takut menempuh jalan yang lain ?
Sunday, December 2, 2007
Kehidupan Baru
kehidupan nyata begitu mirip saat kita berusia enam tahun
atau saat pertama kali kita masuk kelas satu SD
di mana saat pertama kali memasukinya
semuanya terasa baru dan asing
ada sedikit rasa tegang dan cemas
bahkan kadang enggan pergi ke sekolah
karena ada seorang teman yang jahil
atau guru yang galak
disini saat disiplin mulai di terapkan
dan jangan sekali-kali kau melanggarnya
atau kau bisa kena setrap oleh guru
sudahkah kau kerjakan PR hari ini?
lalu bertemu dan berkenalan dengan teman-teman baru
yang belum pernah kau temui sebelumnya
bagaimana kau jalani kehidupan SD mu dulu?
apa yang membuatmu enggan pergi ke sekolah?
tentu ada maksudnya
kau tak pernah tak beralasan
tak pernah
atau saat pertama kali kita masuk kelas satu SD
di mana saat pertama kali memasukinya
semuanya terasa baru dan asing
ada sedikit rasa tegang dan cemas
bahkan kadang enggan pergi ke sekolah
karena ada seorang teman yang jahil
atau guru yang galak
disini saat disiplin mulai di terapkan
dan jangan sekali-kali kau melanggarnya
atau kau bisa kena setrap oleh guru
sudahkah kau kerjakan PR hari ini?
lalu bertemu dan berkenalan dengan teman-teman baru
yang belum pernah kau temui sebelumnya
bagaimana kau jalani kehidupan SD mu dulu?
apa yang membuatmu enggan pergi ke sekolah?
tentu ada maksudnya
kau tak pernah tak beralasan
tak pernah
Saturday, December 1, 2007
Huruf
melalui rentang jarak puluhan kilometer kita berbicara
tanpa memandang wajah masing-masing
terpisah oleh batas ruang dan waktu
yaitu sebuah layar monitor dengan barisan-barisan huruf
di mana huruf-huruf itu adalah kita sendiri
yang mencoba bertaut satu sama lain
hurufku dengan hurufmu mencoba bersatu
namun selalu tidak berhasil
bagaikan dua kutub magnet yang serupa bila di dekatkan
terlalu banyak huruf yang datang ke layar monitormu
tentunya bukan hanya huruf-huruf milikku saja
aku tahu itu
terkadang aku mesti rela huruf-huruf kecilku tergusur oleh milik mereka yang lebih besar
yang lebih mendapat tempat di hati dan layar monitormu
dan kau membiarkan huruf-hurufku duduk sendiri kedinginan di dalam layar
kadang terlupakan
bermain huruf memang menyenangkan
kadang-kadang kucoba sedikit menggoda huruf milikmu dengan nakal
dan kau pun balik menggoda huruf-huruf milikku
aku suka sekali merangkainya
apalagi merangkainya untukmu
di tengah kantuk yang hebat
aku tetap menyusun barisan hurufku serapi-rapinya
sudah kukatakan aku tak akan memejamkan mata sebelum engkau terlelap
aku juga tak tahu kapan ini harus berakhir
ataukah seperti ini yang terbaik?
aku ingin membunuh perasaanku sendiri
agar sekali lagi aku bisa berdiri tegar
dan sendiri
seperti huruf-huruf itu
tanpa memandang wajah masing-masing
terpisah oleh batas ruang dan waktu
yaitu sebuah layar monitor dengan barisan-barisan huruf
di mana huruf-huruf itu adalah kita sendiri
yang mencoba bertaut satu sama lain
hurufku dengan hurufmu mencoba bersatu
namun selalu tidak berhasil
bagaikan dua kutub magnet yang serupa bila di dekatkan
terlalu banyak huruf yang datang ke layar monitormu
tentunya bukan hanya huruf-huruf milikku saja
aku tahu itu
terkadang aku mesti rela huruf-huruf kecilku tergusur oleh milik mereka yang lebih besar
yang lebih mendapat tempat di hati dan layar monitormu
dan kau membiarkan huruf-hurufku duduk sendiri kedinginan di dalam layar
kadang terlupakan
bermain huruf memang menyenangkan
kadang-kadang kucoba sedikit menggoda huruf milikmu dengan nakal
dan kau pun balik menggoda huruf-huruf milikku
aku suka sekali merangkainya
apalagi merangkainya untukmu
di tengah kantuk yang hebat
aku tetap menyusun barisan hurufku serapi-rapinya
sudah kukatakan aku tak akan memejamkan mata sebelum engkau terlelap
aku juga tak tahu kapan ini harus berakhir
ataukah seperti ini yang terbaik?
aku ingin membunuh perasaanku sendiri
agar sekali lagi aku bisa berdiri tegar
dan sendiri
seperti huruf-huruf itu
Subscribe to:
Comments (Atom)