Wednesday, February 6, 2008

Buntu

apa yang harus kutulis
jika tidak ada yang ingin kutulis?
aku ingin menulis
tapi apa yang harus kutulis?
atau tepatnya....siapa yang harus kutulis?

Tuesday, February 5, 2008

Hilang

hilang tanpa jejak
entah kakimu bersepatu
atau tidak
awas kerikil tajam

aku tidak tahu
seberapa keras tangismu saat itu
tapi mengarungi dunia dengan selembar peta buta
adalah suatu kesalahan besar

hilang tanpa bekas
entah parfummu masih sama
atau tidak
baru-baru ini aku menciumnya
di suatu tempat

aku pun tak tahu
seberapa banyak sinyal S.O.S yang kau kirimkan
kepada kawan-kawanmu
saat kau terjatuh ke dalam palung kesedihan
aku hanya mendengar tetesan
air matamu saja

hilang tanpa pesan
berselang sekitar setengah jam saja
aku sudah tak mendengar tentangmu lagi
semudah itukah menghilangkan diri?
tidak apa-apa...
hanya sedikit was-was saja

jika ingin benar-benar pergi
jangan lupa pakai sepatumu
karena dunia begitu luas
ada yang nampak dan tak nampak
yang nampak tak perlu kau cemaskan lagi
yang tak nampak biasanya berkabut tebal
sedikit berbahaya dan menantang
coba saja tidak apa-apa...

hilang begitu saja
kurang lebih seperti angin
menerpa wajah lalu pergi tanpa pamit
segurat huruf pun tak sampai
apa gerangan yang terjadi?
padahal kamu bukan wiji thukul
atau seorang aktivis

hanya sekitar sepuluh meter saja
dari dirimu yang bersembunyi
seperti anak beruang di dalam goa
biarlah...
mungkin sedang hibernasi pikirku
karena itu aku langsung pergi
takut di terkam
aku tahu
ini bukan saat yang tepat
untuk bertemu denganmu

ya sudahlah
semoga kau baik-baik saja
kabari saja
bila sudah kembali

Umur

buat apa hidup terlalu lama
jika nantinya satu persatu pergi meninggalkanmu
lebih baik berangkat sekarang juga
saat semuanya masih ada bersamamu

Waktu Manusia Waktu

waktu tidak pernah datang terlambat
hanya saja kadang tidak tepat
sedang manusia selalu terlambat
meski mereka bergerak terlalu cepat

Sunday, February 3, 2008

Kunang-Kunang

kamu pernah lihat kunang-kunang?
kemarin ia datang
walau cuma seekor tapi cahayanya bagus sekali
bersinar dalam gelap
terbang ke atas dan menghilang
di sela atap rumah

nanti bila kamu sudah siap
aku akan mengajakmu bertualang
melihat kunang-kunang
datang dan pergi di malam hari
kamu pasti suka

Friday, February 1, 2008

Melati, Hati-Hati!

engkau memiliki pesona yang luar biasa
seperti halnya melati yang menarik kumbang-kumbang di dekatnya

bagi mereka yang baru pertama kali melihatmu
tentu jatuh hati karena wangimu

aku tidak melarangmu
hanya mengingatkanmu

begini, sahabat (bila kau tak keberatan kuanggap seperti itu)
aku sama sekali tak melihat duri-duri yang melindungimu

seekor kumbang baru saja asyik bermain di atas mahkotamu
semuanya karena wangimu yang terlalu liar kau biarkan begitu saja

seandainya engkau masih memiliki duri -duri
tentu aku tak perlu terlalu khawatir seperti ini

maka itu aku di sini menjelmakan diriku sendiri
menjadi sebuah duri yang bertengger di tangkaimu

walaupun terlihat konyol dan sia-sia
tapi setidaknya masih dapat melindungimu

selama engkau masih belum menumbuhkan duri-durimu sendiri
sementara ini aku akan begini terus

engkau terpelihara dengan baik
jangan kau kotori dirimu sendiri dengan wangimu sendiri

melati yang semakin dewasa,
simpan pesonamu untuk kumbang yang kau sukai saja

simpan dulu wangimu
tumbuhkan lagi duri-durimu seperti dulu

aku ingin melihatmu tumbuh sebagai melati agung yang bersahaja
bukan melati biasa yang sekedar untuk di petik dan di cium harumnya saja

engkau lebih dari itu semua
sungguh

Presidenku

kami hewan-hewan ternak yang di pulangkan ke kandang masing-masing. setelah tenaga habis di peras oleh majikan-majikan kami. beberapa dari kami besok masih harus kembali, sedang sisanya boleh menikmati libur. tapi sebelum dapat melepas lelah, tenaga kami sekali lagi di kuras di tengah perjalanan. banjir hari ini telah menyebabkan lalu lintas jakarta lumpuh total. akibatnya kami harus mendekam berjam-jam dalam kendaraan dengan perut lapar dan kerongkongan kering kerontang. Entah apa program pemerintah untuk mengatasi kemacetan yang di sebabkan oleh banjir yang sudah menjadi langganan tiap tahun. tapi bagaimana bisa mengharapkan dari seorang presiden yang bila bepergian maka seluruh jalanan harus di kosongkan?. lalu bila solat berjamaah maka ia dan rekan-rekannya harus duduk di saf paling depan biarpun datang terlambat. terus terang aku jijik melihatnya. selama mereka masih memiliki ekslusifitas sebagai seorang presiden, maka selamanya mereka tak akan mampu merubah negerinya sendiri. rasakan derita banjir di jalan, tuan presiden!. itu belum seberapa. engkau juga harus merasakan lelahnya mengalami kemacetan di jalan selama berjam-jam. aku masih mengingatnya, beberapa hari setelah engkau terpilih terjadi kecelakaan di jalan raya yang menelan korban jiwa karena mobil iring-iringanmu akan lewat. lalu kau khianati sang revolusionis dari iran idolaku. banyak yang memujimu, bahkan beberapa dari kalangan keluargaku. tapi aku tidak!. aku hanya mendukung mereka yang berani. bukan mereka yang bermental kerdil dan merendah kepada bangsa lain. sebelum aku mengkhotbahimu terlalu panjang, sebaiknya atasi dulu banjir di jakarta ini. baru setelah itu kita bicarakan hal lainnya.
maaf, aku terburu-buru. karena kakiku sudah pegal berdiri berjam-jam di dalam kendaraan ini.