apa kabar berita hari ini?
Apakah Ahmad Albar dan anaknya yang menjadi tersangka ataukah Fariz RM dan Roy Marten yang tengah mendekam dalam bui yang akan menjadi headline pagi ini?
kapan gunung kelud meletus? atau sudah meletuskah?
dan bagaimana dengan perkembangan anak krakatau dan semeru?
bagaimana dengan perhelatan konflik nuklir Iran dengan Amerika akhir-akhir ini? apakah ada kemajuan?
Apakah bumi Palestina sudah di rebut kembali dari tangan penjajah Israel?
Bagaimana pula dengan kancah perpolitikan di dalam negeri?
Kapan pemilu akan berlangsung lagi?
aku dengar Wiranto sudah mulai menebar pesonanya di radio
sebentar lagi perebutan gelar orang nomor satu paling tengik di negeri ini akan berlangsung
siapa itu adelin lis?
kok aku baru tahu sekarang?
lagi-lagi menghilang seperti koruptor-koruptor kelas kakap yang lalu-lalu
apa berita hari ini?
surat kabar pagi ini tergeletak begitu saja di atas meja
bertumpuk-tumpuk sejak berminggu-minggu yang lalu
tanpa sempat menyentuhnya seujung kertas pun
apa berita pagi ini?
bagaimana dengan jakarta hari ini?
bagaimana dengan indonesia pagi ini?
Thursday, November 29, 2007
Tuesday, November 27, 2007
Malam Kali Ini
malam ini tidak romantis sama sekali
menderita sekali jiwaku serasa di siksa dan ditelanjangi
atau bahkan mungkin di tertawai
malam ini aku paranoid
aku tidak suka malam kali ini
apalagi jarakku dengannya semakin jauh
kepulanganku kali ini terasa hambar
di tengah malam yang panas dan di dalam bis yang pengap
pulang dengan berlumur kesialan
bangsat
besok aku berangkat pagi lagi
menderita sekali jiwaku serasa di siksa dan ditelanjangi
atau bahkan mungkin di tertawai
malam ini aku paranoid
aku tidak suka malam kali ini
apalagi jarakku dengannya semakin jauh
kepulanganku kali ini terasa hambar
di tengah malam yang panas dan di dalam bis yang pengap
pulang dengan berlumur kesialan
bangsat
besok aku berangkat pagi lagi
Wednesday, November 21, 2007
C Mayor
lagi
aku mencoba melukismu
lewat laguku
dengan dentingan gitar akustikku
yang senar atasnya lain bunyinya
aku ingin mengabadikanmu
lewat lagu
sebelum dirimu keburu menghilang
dari hatiku
karena sudah berkali-kali
mereka yang sempat singgah sebentar di hatiku
menghilang cepat
pergi tanpa bekas
kadang tanpa kesan
kali ini dirimu
yang tak sengaja terjebak dalam perangkapku
(atau dirikukah yang sebenarnya terperangkap olehmu?)
yang bermain cinta diam
cumbu sunyi denganku
sebelum engkau berhasil keluar dari perangkapku
(ataukah aku yang nantinya berhasil keluar dari perangkapmu?)
aku ingin mencipta lagu dari tangga nada C Mayor
karena banyak lagu romantis
tercipta dari tangga nada C mayor
dengan harap
lagu ini sebagai sepenggal buku harianku
kenangan yang terus tersimpan sampai tua
tentang kita berdua
yang tak bisa nyatakan suka
antara satu sama lain
namun begitu sulitnya kutemukan dirimu
dalam laguku
berbagai kunci dan nada kurangkai
tak juga tercipta dirimu
aku kepayahan
kugantungkan saja gitarku
apakah karena aku sudah tak bisa lagi mencipta lagu?
ataukah karena memang dirimu yang bagai kabut?
yang dapat kutatap namun
tak dapat kuraih
aduh kecewanya diriku
melukismu saja aku tak bisa
bagaimana aku bisa
membuatmu bahagia nanti
seandainya (nanti) kita bersama?
lagi
aku mencoba melukismu
lewat laguku
dari tangga nada C Mayor
dengan dentingan gitar akustikku
yang senar atasnya lain bunyinya
aku mencoba melukismu
lewat laguku
dengan dentingan gitar akustikku
yang senar atasnya lain bunyinya
aku ingin mengabadikanmu
lewat lagu
sebelum dirimu keburu menghilang
dari hatiku
karena sudah berkali-kali
mereka yang sempat singgah sebentar di hatiku
menghilang cepat
pergi tanpa bekas
kadang tanpa kesan
kali ini dirimu
yang tak sengaja terjebak dalam perangkapku
(atau dirikukah yang sebenarnya terperangkap olehmu?)
yang bermain cinta diam
cumbu sunyi denganku
sebelum engkau berhasil keluar dari perangkapku
(ataukah aku yang nantinya berhasil keluar dari perangkapmu?)
aku ingin mencipta lagu dari tangga nada C Mayor
karena banyak lagu romantis
tercipta dari tangga nada C mayor
dengan harap
lagu ini sebagai sepenggal buku harianku
kenangan yang terus tersimpan sampai tua
tentang kita berdua
yang tak bisa nyatakan suka
antara satu sama lain
namun begitu sulitnya kutemukan dirimu
dalam laguku
berbagai kunci dan nada kurangkai
tak juga tercipta dirimu
aku kepayahan
kugantungkan saja gitarku
apakah karena aku sudah tak bisa lagi mencipta lagu?
ataukah karena memang dirimu yang bagai kabut?
yang dapat kutatap namun
tak dapat kuraih
aduh kecewanya diriku
melukismu saja aku tak bisa
bagaimana aku bisa
membuatmu bahagia nanti
seandainya (nanti) kita bersama?
lagi
aku mencoba melukismu
lewat laguku
dari tangga nada C Mayor
dengan dentingan gitar akustikku
yang senar atasnya lain bunyinya
Saturday, November 17, 2007
Larut Malam
sudah larut malam
belum tidurkah engkau?
apalagi yang kau tunggu?
jangan tidur terlalu larut
nanti kau sakit lagi
iya aku juga mengantuk
tapi masih ada yang harus kutulis
bagaimana pula aku dapat memejamkan mata
jika engkau masih terjaga
biarkan aku menatapmu sebentar saja
belum tidurkah engkau?
apalagi yang kau tunggu?
jangan tidur terlalu larut
nanti kau sakit lagi
iya aku juga mengantuk
tapi masih ada yang harus kutulis
bagaimana pula aku dapat memejamkan mata
jika engkau masih terjaga
biarkan aku menatapmu sebentar saja
Friday, November 16, 2007
Perangkap
ternyata sudah sedemikian dalamnya
lubang yang kugali sendiri
di dadaku
yang semula kusiapkan sebagai perangkap
namun malah engkau
yang tertangkap
bila sudah begini
bagaimana caranya agar kau bisa segera keluar
dari lubang perangkapku?
karena menyimpan dirimu
dalam lubang ini
adalah suatu hal yang aneh dan tabu
yang ada hanya
jerit pilu dan
rindu
karena kita selalu bersama
dan baru saat ini
tiba-tiba terungkap
mungkinkah terlambat?
ataukah tertambat?
atau waktu yang berjalan terlalu cepat?
lubang yang kugali sendiri
di dadaku
yang semula kusiapkan sebagai perangkap
namun malah engkau
yang tertangkap
bila sudah begini
bagaimana caranya agar kau bisa segera keluar
dari lubang perangkapku?
karena menyimpan dirimu
dalam lubang ini
adalah suatu hal yang aneh dan tabu
yang ada hanya
jerit pilu dan
rindu
karena kita selalu bersama
dan baru saat ini
tiba-tiba terungkap
mungkinkah terlambat?
ataukah tertambat?
atau waktu yang berjalan terlalu cepat?
Thursday, November 15, 2007
Antara Yang Tersembunyi dan Diam
engkau lelah
aku pun lelah
kita sama-sama lelah
hatiku pun lelah
aku tidak cemburu
cuma sedikit cemberut saja
jangan pedulikan aku
kita lanjutkan permainan ini
esok dan esoknya lagi adalah
hari-hari yang sama
sampai kapankah kita akan sama-sama lelah?
lelah bermain menipu rasa?
kita berdua memang manusia penipu rasa
pengingkar nurani sendiri
sedikit keras kepala
dan gengsi yang tinggi
coba katakan kau suka padaku?
ku tantang kau kini
pasti tak berani
begitu juga aku
karena cinta kita terpendam
terkubur masing-masing
tak bicara sepatah kata pun
hanya diam
aku pun lelah
kita sama-sama lelah
hatiku pun lelah
aku tidak cemburu
cuma sedikit cemberut saja
jangan pedulikan aku
kita lanjutkan permainan ini
esok dan esoknya lagi adalah
hari-hari yang sama
sampai kapankah kita akan sama-sama lelah?
lelah bermain menipu rasa?
kita berdua memang manusia penipu rasa
pengingkar nurani sendiri
sedikit keras kepala
dan gengsi yang tinggi
coba katakan kau suka padaku?
ku tantang kau kini
pasti tak berani
begitu juga aku
karena cinta kita terpendam
terkubur masing-masing
tak bicara sepatah kata pun
hanya diam
Friday, September 14, 2007
Kabar Dari Seberang
apa kabarmu hari ini?
sudah lama aku
tak melihat
selembar senyum permata
dan sepasang tatap mutiara
milikmu
aku di sini baik baik saja
hanya selalu gelisah
memikirkanmu
apalagi di kala
sendiri dan
sunyi
pada waktu malam
dan siang hari
ataupun
di ruang-ruang kosong
yang sempit dan
pengap
hanya sebatang pena
dan buku kecil di saku
yang setidaknya
mampu mengobati rinduku
padamu
pada lembar-lembar kosong
yang selalu terisi
oleh bayangan dirimu
tepaksa kuguratkan
ujung pena yang keras
menari
di atas lembaran-lembaran
itu
lembaran-lembaran kosong itu
kupenuhi
dengan huruf-huruf kecil yang
kubentuk dalam hati
diam-diam
kurangkai
wajahmu dan
segalanya tentangmu
melalui huruf-huruf itu
dengan begitu
aku tak lagi merasa
kesepian
karena dirimu yang ada
di atas lembaran-lembaran itu
menemaniku
di manapun aku berada
saat merangkainya
dapat kucium dirimu
dari jauh
banyak hal yang
ingin kutanyakan kepadamu
seperti : kapan kita akan bicara?
karena sudah lama
hatiku menunggu
kata-kata pertama yang keluar
dari bibirmu
itu
seperti bayi
yang baru mulai bisa
bicara
menyebut : ma-ma...ma-ma...
aku pun terus
menantinya
bagai seorang ibu tua
yang letih dan
rapuh
yang kutakutkan hanyalah
dirimu yang sendiri
di antara
serigala-serigala liar
yang lapar
aku pun salah satu
dari serigala liar itu
yang tergarang dan
terlemah
karena itu aku
selalu terkapar
dan terus mengais
sampah
yang kan terus menjadi
pecundang gila
bila
tak kau pedulikan
terima kasih atas
sekilas tatapmu kemarin
walau
secepat kerdipan mata
tetapi masih tersimpan rapi
dalam palung hatiku
yang terus bergelora
tanpa henti
lain kali
kan kusambung lagi surat ini
dengan lantunan
laguku
semoga kau membalasnya
dengan kata-kata
wassalam
karawaci, 14 september 2007
sudah lama aku
tak melihat
selembar senyum permata
dan sepasang tatap mutiara
milikmu
aku di sini baik baik saja
hanya selalu gelisah
memikirkanmu
apalagi di kala
sendiri dan
sunyi
pada waktu malam
dan siang hari
ataupun
di ruang-ruang kosong
yang sempit dan
pengap
hanya sebatang pena
dan buku kecil di saku
yang setidaknya
mampu mengobati rinduku
padamu
pada lembar-lembar kosong
yang selalu terisi
oleh bayangan dirimu
tepaksa kuguratkan
ujung pena yang keras
menari
di atas lembaran-lembaran
itu
lembaran-lembaran kosong itu
kupenuhi
dengan huruf-huruf kecil yang
kubentuk dalam hati
diam-diam
kurangkai
wajahmu dan
segalanya tentangmu
melalui huruf-huruf itu
dengan begitu
aku tak lagi merasa
kesepian
karena dirimu yang ada
di atas lembaran-lembaran itu
menemaniku
di manapun aku berada
saat merangkainya
dapat kucium dirimu
dari jauh
banyak hal yang
ingin kutanyakan kepadamu
seperti : kapan kita akan bicara?
karena sudah lama
hatiku menunggu
kata-kata pertama yang keluar
dari bibirmu
itu
seperti bayi
yang baru mulai bisa
bicara
menyebut : ma-ma...ma-ma...
aku pun terus
menantinya
bagai seorang ibu tua
yang letih dan
rapuh
yang kutakutkan hanyalah
dirimu yang sendiri
di antara
serigala-serigala liar
yang lapar
aku pun salah satu
dari serigala liar itu
yang tergarang dan
terlemah
karena itu aku
selalu terkapar
dan terus mengais
sampah
yang kan terus menjadi
pecundang gila
bila
tak kau pedulikan
terima kasih atas
sekilas tatapmu kemarin
walau
secepat kerdipan mata
tetapi masih tersimpan rapi
dalam palung hatiku
yang terus bergelora
tanpa henti
lain kali
kan kusambung lagi surat ini
dengan lantunan
laguku
semoga kau membalasnya
dengan kata-kata
wassalam
karawaci, 14 september 2007
Subscribe to:
Comments (Atom)