Thursday, November 30, 2006

AruSama

si Figur berbicara bahasa dengan dirinya yang satu lagi, "kenapa semuanya menjadi begini?" si Figur 2 menyahut, "karena televisi...". Figur 1 melanjutkan,"persis seperti aku memandangmu...bukankah kau beda?".
"kata siapa?" tanya Figur 2
"kataku barusan..."
"ouw...begitu pikirmu selama ini?...." Figur 2 menjawab dengan nada sedikit besar kepala.
"Iya...kamu kan diriku yang nyata....sedang aku adalah bayanganmu...."

Termenung sejenak,

aruSama ...

aruSama....

Figur 1 bertanya lagi "kenapa semuanya menjadi sama?"
Figur 2 menjawab, "karena televisi...". Figur 1 melanjutkan, "aku tengah memandangimu...kenapa tetap sama?....bukankah kau beda?".
"kata siapa?" tanya figur 2
"kataku barusan..."
"ouww...begitukah?...hmm..hmm..hmmm", sekali lagi Figur 2 menjawab dengan besar kepala

Termenung kembali dalam ketermenungan yang benar-benar termenung

aruSama ...

aruSama....


Figur 1 kembali bertanya "kenapa tak ada bedanya denganku?"
Figur 2 menjawab, "karena televisi...". Figur 1 melanjutkan, "dulu aku memandangnya bagai sosok pintar yang berbeda...kenapa kini tak ubahnya bagai metafora topeng yang biasa ditampilkan dalam pertunjukan seni?"
"semua karena televisi..."
"Dulu itu...bagaimana mereka bisa begitu?" Figur 1 bertanya dengan penuh rasa ingin tahu
Figur 2 tersenyum kecut, "dulu mereka terlahir prematur...!"
"dan kini mengapa seperti ini?...."
"karena mereka terus hidup dan tak jadi mati...."

No comments: